Yap yap yap, gw lagi cari suasana baru, jadi untuk sekarang ini blog di wordpress akan di-non aktifkan. Sebagai gantinya, gw pindah blog ke http://blog.taqisa.com …
So, see ya around there…

Yap yap yap, gw lagi cari suasana baru, jadi untuk sekarang ini blog di wordpress akan di-non aktifkan. Sebagai gantinya, gw pindah blog ke http://blog.taqisa.com …
So, see ya around there…
Thanks buat vaughn, super_temon, dan K-159 yang udah datang menjenguk jasmine tadi malam. Padahal udah dikasih tau rumah sakitnya terpencil dan jauh jalannya tapi masih tetep dateng walaupun hujan-hujan hehehe…
Oh iya, td malam juga pertama kalinya ketemuan dengan k-159, one of famous web application hacker dari team echo. Ternyata benar, orangnya kocak, gak salah deh bikin artikel kayak gini haha…
Tooooo bad hape gw serba gak jelas, jadi blm bisa pindahin foto yang tadi mlm. Ntr kumpul-kumpul lagi baru foto deh, rite guys?
Susah deh diungkapin gimana rasanya
. Akhirnya datang juga hari yang ditunggu-tunggu ini. Tadi siang sempat kaget wkt telp istri yg bilang sktr jam 4 pagi udah keluar flek darah, udh di bawa ke dokter dan dikasih tau memang sudah mo mulai persalinannya tapi belum terbuka jalannya, jadi dipersilahkan pulang dulu. Istri sengaja gak kasih tau karena dia gak mo ganggu kerjaan gw di Surabaya,dan dia tau klo gw denger dah keluar flek pasti gw lngsng cari tiket apapun utk bisa pulang secepatnya tanpa peduli sama kerjaan
.
Gw kaget krn klo keluar flek dan lendir2 berarti udah mo mulai melahirkan, dan dari selasa kmrn tugas kerja di surabaya, untungnya tugas slsi tepat waktu dan sesuai jadwal hari jumat ini sudah pulang ke jkt. Begitu sampe rumah, istri bilang cm terasa nyeri-nyeri dikit dan ternyata dia nunggu sampe terasa sakit banget, pdhl setau gw klo udh terasa nyeri2 dlm waktu yg berdekatan berarti udah mo keluar. Tp karena dia bersikeras msh baik2 aja, ya udah qta cari makan bareng di dkt rmh sambil jalan2. Ternyata di jalan malah tambah sakit, dan jangka waktunya tiap 5 menit, sampe keluar keringat. Sebetulnya alasan istri mikir baik2 aja karena banyak orng yg udah sakit2 trus ke rumah sakit msh harus nunggu lama, bahkan di suruh pulang. Dan dia gak tau klo kasus tiap orang beda-beda
.
Untungnya tanpa pikir panjang langsung ambil keputusan ke rumah sakit secepatnya, dan betul aja…sampe rumah sakit udah bukaan 7 (max. bukaan 10), bidannya sampe terkaget-kaget bukaan 7 masih bisa jalan-jalan tadi. However, kita juga baru tau ternyata situasi wanita emang beda-beda, ada yang prosesnya lama tapi ada juga yang prosesnya cepet. Bidan memutuskan akan terjadi proses melahirkan gak lama lagi.
Gw kira melahirkan itu murni dipegang bidan, ternyata butuh dokter juga. Dan parahnya, bidan-bidan itu suruh istri gw nahan jangan dikeluarin walaupun si kecil udah mau muncul keluar, karena nungguin dokternya belum datang (dokter di cibubur, sedangkan rumah sakit di kawasan sarinah). Untungnya jalanan udh gak macet, jadi dokter bisa tiba di waktu yang limiiiiiit bngt, wkt itu bidan juga udah pasrah dan bilang silahkan dikeluarin krn mkn udah bukaan 10. Dari sini gw belajar deh, pilih rumah sakit yang ada dokter jaganya, ato paling gak…yang rumah dokternya gak jauh dari rumah sakit.
Proses melahirkan?!wah, jangan ditanya…menakutkan
. Betul-betul musti kuat mental, dan yang pasti musti kuat-kuatin istri deh, soalnya orng yg mo melahirkan umumnya emang jadi pesimis krn takut dan sakit yang luar biasa. Jadi paham bngt makna surga di bawah telapak kaki ibu.
Alhamdulillah bayi bisa keluar di saat-saat terakhir (maks sktr 30 menit klo udh muncul di ‘pintu’ keluar), agak nyangkut karena istri juga gak kuat ‘ngeden’ nya, pelajaran lain lagi…menjelang persalinan musti banyak istirahat dan MAKAN SECUKUPNYA, biar ada tenaga. Sayangnya, istri gw makan terakhir jam 1 siang dan siangnya juga mungkin kelelahan jalan ke rumah sakit utk periksa. Jadi dibantu dorongan dari atas oleh bidan karena istri udah gak kuat ngedorong dr dalam.
Well…gak nyangka mulai skrng tanggung jawab udah semakin bertambah, hrs lebih banyak ilmu lagi nih
.
Oh iya, momen saat si jasmine keluar itu gak bisa dilupain, begitu keluar dia langsung batuk, dan langsung di beri asi dini setelah gw iqamat-kan (thx untuk pihak rumah sakit yg udah menggalakan asi dini).
Semoga saja, jasmine dan ibu-nya semua sehat, jasmine juga nantinya menjadi anak yang salehah serta dekat selalu dengan Allah, mampu menjalankan agama islam dengan sebaik-baiknya. Cuma itu harapan gw sebagai orang tua baru untuk malaikat kecil ku yang cantiq.
Welcome to the world, my cute little angel….
* Foto?!menyusul deh, ini gw jg blm bisa liat lagi krn sudah mlm, pdhl kangen bngt pengen liat dia lagi ^_^
Yap, tulisan yang gw buat sekarang ini mengandung unsur SARA. So, jika keberatan silahkan di-skip dan tidak usah dibaca. Ini hanya sepenggal opini pribadi mengenai fenomena film ayat-ayat cinta.
Gw sih sampe saat ini belum pernah nonton film nya di bioskop, tapi awalnya sempat kagum dengan cerita orang cerdas satu ini yang bercerita tentang banyaknya cobaan saat hendak meng-apresiasikan film ayat-ayat cinta. Dan satu alasan kenapa tidak nonton yang bajakan, karena setelah membaca blog (lagi-lagi) orang dengan tekad-membara-untuk-mewujudkan-film-yang-berkualitas satu ini yang menceritakan bahwa versi bajakan masih sangat tidak berkualitas, banyak adegan yang belum sempurna, termasuk saat fahri talaqi yang masih menggunakan suara wanita (why?!karena sang pemeran utama tidak bisa membaca al-qur’an?!) maka gw dengan sengaja berusaha menonton versi asli yang di bioskop. Pernah hari minggu kemarin saat jalan-jalan dengan istri dan beberapa saudara sempat berniat nonton AAC di bintaro plaza, tapi ternyata full dan yang tersisa hanya tinggal jam 21 an. Alhasila gak jadi nonton. Namun masih tetap merencanakan untuk nonton bareng istri apabila ada waktu senggang weekend ini.
Baru aja gw liat di tv tentang film ayat-ayat cinta, dimana sang sutradara diwawancara bersama beberapa tokohnya. Dan gw lihat cuplikan adegan-adegan yang membuat ingin muntah seketika. Belakangan gw baru tau, ternyata alur cerita dirubah dengan sangat cerdiknya. Bagi yang belum pernah membaca karya asli ayat-ayat cinta habiburahman tentu akan langsung percaya bahwa itulah hasil karya fenomenal novel luar biasa tersebut. Cerita roman picisan, gak jauh beda dari sinetron indonesia yang sangat merendahkan serta menjelek-jelekan agama Islam.
Sabar … Sabar … Ikhlas … ikhlas!!!
begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan … cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan
Nice word eh?!atau…blackmarketing?!whatever…
Gw sungguh sangat kaget saat melihat cuplikan dimana tokoh maria tidak jadi meninggal, dimana tokoh fahri yang menginginkan maria untuk dijadikan istri keduanya, aisha yang tidak ikhlas dan tidak menghendaki fahri menikah dengan maria, dan maria tiba-tiba sembuh dari sakitnya, kemudian mereka semua tinggal serumah, dan adegan yang memperilihatkan kehidupan keluarga poligami bernuansa islami.
Jujur aja, jarang ada orang-orang dengan sikap menjengkelkan yang mampu membuat gw sampe naik darah meskipun mungkin orang-orang tersebut dengan sengaja menyerang gw secara pribadi. Tapi klo sudah berhubungan dengan agama, walaupun hanya hal sepele tapi sering membuat hati terasa perih, dan serasa di injek-injek. Mungkin ada yang berpikir, itu kan hanya film, setiap orang bebas ber-ekspresi lewat film dan bebas menuangkan angan-angan novel dalam bentuk suatu film, sesuai khayalan masing-masing. Tapi menurut gw, itu tergantung dari pihak yang membuat film. Gw inget banget, novel Harry potter yang dibuat filmnya betul-betul sangat diperhatikan oleh J.K Rowling agar alur cerita nya tidak melenceng dari alur cerita pada novel. Oke, mereka orang luar negeri…tingkat kecerdasan dan pemahaman mereka tentang seni lebih baik daripada orang-orang Indonesia yang hanya menginginkan materi. I can accept that.
Novel ayat-ayat cinta merupakan salah satu novel fenomenal yang berkekuatan islam, sangat jarang orang muslim bisa membuat karya seperti itu. Dan jika kita melihat di toko-toko buku, banyak novel-novel laing ingin ‘menyamai’ ayat-ayat cinta. Mulai dari cover-nya yang dibuat mirip hingga judul-nya yang juga dibuat mirip, atas nama cinta lah, dll. Hal ini menunjukan bahwa banyak plagiator yang ingin menyamai keopopuleran dan kedahsyatan novel ayat-ayat cinta.
Dengan adanya film ayat-ayat cinta, novel dengan kekuatan dahsyat seperti itu sepertinya bisa dengan mudah dibelokan segala sesuatu-nya. Novel tersebut merupakan novel pembangun jiwa, yang bisa membuat pembacanya merasakan keindahan agama islam, namun film-nya justru berusaha sebaliknya. Menunjukan kerendahan agama Islam. Dengan menonjolkan berbagai macam fakta yang pada ujung-ujungnya dapat menjatuhkan derajat agama Islam. Fakta-fakta tersebut dengan sangat halusnya dipaparkan, dengan bungkus yang luar biasa bagusnya, sehingga dapat membelokan inti dari novel yang sebenarnya.
Bisa dilihat dari paparan dan opini orang setelah menonton film ayat-ayat cinta (dan gw gak heran setelah melihat cuplikan-cuplikannya), mereka bukannya membicarakan keindahan islam namun justru membicarakan sisi poligami. Seakan-akan itulah inti dari karya sastra ayat-ayat cinta. Seakan-akan itulah inti dari orang-orang muslim yang menjalani hidupnya demi agama-nya.
Padahal dalam novelnya, fahri sangat tidak ingin menikah dengan maria. Fahri menjaga niatnya sebagai seorang suami, dan menjaga dirinya sebagai seorang muslim. Namun istri-nya lah, aisha, yang medesak dia untuk mau menikahi maria. Dan kasus maria pun tidak seperti layaknya di film. Namun maria digambarkan (saat sedang koma) mendapatkan hidayah dari Allah sesaat sebelum dia meninggal. Dia mendengarkan lantunan surat maria, dan dia tidak bisa memasuki pintu surga. Ada penghalang yang membuat dia tidak bisa memasukin pintu surga. Dan dari pengalaman-nya tersebut maria memutuskan untuk masuk islam. Dan setelah siuman, dia minta di-papah untuk berwudlu sebelum akhirnya meninggal dunia sebagai seorang muslimah.
Tidak ada kehidupan poligami, tidak ada ketidakikhlasan yang berlarut-larut dari aisha, tidak ada cerita maria sembuh setelah dinikahi fahri dan mereka menjalani kehidupan poligami seakan-akan fahri lah sang penghianat, tidak ada inti cerita yang menggambarkan akhirnya maria mendapatkan fahri setelah sekian lama berharap pada cinta fahri. Maria mendapatkan sesuatu yang lebih daripada hanya sekedar cinta pada seorang manusia, maria mendapatkan cinta Allah dengan diberikan hidayah dan diberikan kesempatan di-sisa waktunya untuk bisa memasuki pintu surga, cinta Allah yang diberikan kepada mahluknya di menit-menit akhir sisa hidupnya. Dan maria mengagumi fahri bukan karena (hanya) sisi manusia, namun karena keteguhan fahri sebagai seorang muslim dimana maria bisa melihat keindahan islam dari fahri.
Yap, pasti masih ada yg berpikir gw terlalu berlebihan karena mempermasalahkan ketidakcocokan antara novel dengan sebuah film. Tapi percaya deh, efeknya akan sangat besar.
Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC).
‘Kenapa anda membuat film ini?’ Tanyaku
‘Sederhana. Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk indonesia 80 persen muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.’
1% dari 80% penduduk muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar.
Oke, pihak produser merupakan mahluk tamak yang hanya memperdulikan masalah uang. I don’t care about that. Namun ternyata dampaknya bukan hanya masalah materi. Bisa dibayangkan bahwa 80% muslim di Indonesia (lagi-lagi untuk kesekiankalinya) di cekokin fakta-fakta yang tidak baik tentang islam, fakta-fakta yg diputar-balikan dan dibuat dengan sangat rapih serta indahnya agar dapat merubah sudut pandang masyarakat tentang islam.
Yap, jangan salahkan ‘mereka’. Tapi salahkan kenapa banyak muslim yang tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada seorang muslim yang mampu membiayai film tersebut. Hanya ‘mereka’, yang menguasai tingkat perekonomian saja yang mampu dan sudah menjadi hukum alam hasilnya tentu saja terserah apa kata ‘mereka’. Ini hanya merupakan bagian dari perang, dan umat muslim saat ini dalam posisi kalah.
Gw cuma berharap, semoga untuk seterusnya tidak ada lagi karya sastra hasil karya seorang muslim jenius seperti habiburahman yang dibuat film-nya. Pembuatan film hanya akan merusak nilai-nilai sastra tersebut.
Dan buat sang sutradara, semoga saja tulisan-tulisan di-blog nya selama ini bukan merupakan salah satu usaha untuk menaikan keopopularitas-an film ayat-ayat cinta. Semoga saja jika dia menyebut nama Allah, betul-betul dari lubuk hati yang paling dalam dengan penuh keikhlasan. Bukan seperti para artis Indonesia yang menyebut nama Allah demi mendapatkan kepingan-kepingan materi tambahan, gak jauh beda dengan (acting?!) para peminta-peminta jalanan yang minta dikasihani dengan terus menyebut nama Allah agar mendapatkan kepingan-kepingan materi.
Untuk ku agamaku, dan untuk mu agamamu
Itulah yang diajarkan oleh Islam, tapi kenapa ‘mereka’ masih terus menggangu ketenangan kita?!
Tepat seperti yang dikatakan schneier, riset ini sangat cerdas. Memanfaatkan jaringan cellular untuk mendeteksi keberadaan sinyal radioaktif dari bom. Saat ini pengguna cellphone semakin membludak, di Indonesia sendiri hampir setiap lapisan masyarakat memiliki telpon selular. Mulai dari kalangan atas hingga para penjual makanan pinggir jalan sudah menggunakan telepon selular. Saat ini kita juga bisa melihat munculnya berbagai macam pengembangan mobile phone yang semula hanya digunakan untuk komunikasi voice, diantaranya untuk teknologi internet (IP), teknologi GPS (Global Positioning System) yang digunakan untuk memetakan suatu lokasi receiver, dan bahkan penambahan chip pada mobile phone agar dapat menerima sinyal televisi dan radio.
Jika kita berbicara mengenai tracking system mungkin dapat membayangkan seperti dalam film Enemy of the states, kemanapun orang tersebut pergi dapat dilacak keberadaannya. Dalam film tersebut tracking system menggunakan beberapa perangkat, diantaranya alat pelacak dedicated yang ditempel pada target, camera system, public telephone hingga pada teknologi satelite. Tracking system tersebut dapat dilakukan hanya terbatas pada lokasi tertentu yang mendukung adanya perangkat-perangkat tersebut, bagaimana jika tracking system hendak dilakukan di-negara lain?dimana ketersediaan perangkat-perangkat pendukung tidak memadai?misalnya: iran, pakistan, indonesia (WTF?!).
Tentu saja membangun infrastruktur seperti itu akan sangat mahal dan merepotkan. Walaupun saat ini di hampir setiap negara sudah diberlakukan berbagai macam policy yang ujungnya adalah untuk kebutuhan tracking system. Internet sudah banyak dikuasai oleh pemerintah yang bercokol melalui aturan-aturan ketat pada ISP, PSTN serta operator-operator selular juga sudah dipaksa memberlakukan system tracking melalui aktivasi perangkat untuk menyadap komunikasi, komunikasi VOIP sudah disadap, dll. Namun semuanya masih dapat dilewati jika sang target tidak menggunakan teknologi tersebut. Dibutuhkan suatu mekanisme dimana tracking system memanfaatkan elemen yang tersebar diseluruh penjuru dunia untuk melacak sesuatu.
Jika kita bertanya, perangkat digital apa yang tersebar luas dimasyarakat dan terkoneksi satu sama lain?!tentu saja jawabannya adalah telepon sellular. Tracking system memanfaatkan telepon selular secara aktif sudah dilakukan, pelacakan posisi seseorang berdasarkan mobile station yang dibawanya dapat dengan mudah dilakukan. Namun tracking system yang lebih canggih dapat memanfaatkan telepon selular secara pasif, tepat seperti yang dilakukan group research dari purdue tersebut untuk mendeteksi kebaradaan teroris pembawa bom (sinyal radioaktif). Teknologi ini memanfaatkan manusia untuk melacak keberadaan sinyal radioaktif, bahkan jika si pembawa bom sedang minum teh disuatu desa dan kebetulan si penjual teh memiliki telepon selular keberadaan si pembawa bom dapat dilacak dengan tepat.
Saya rasa penemuan ini merupakan titik awal inovasi lain pada tracking system, saat ini hanya sinyal radioaktif yang dapat di-tracking. Pada pengembangan selanjutnya tentu saja dapat dimanfaatkan untuk hal yang lain dan mungkin saja dengan cara pemasangan suatu backdoor pada telepon selular (oleh vendor atas desakan pemerintah) atau aplikasi telpon selular tersebut, misalnya: untuk setiap hasil photo suatu telepon selular secara diam-diam dikirimkan gambarnya ke pusat monitoring, pada keypad telepon selular disertai chip untuk mendeteksi sidik jari yang secara diam-diam juga dikirimkan ke pusat monitoring (iPhone guys?!), dsb.
Intinya, pemanfaatan perangkat telepon selular yang sudah menyebar luas diseluruh lapisan masyarakat sebagai infrastruktur untuk tracking system (layaknya kamera pengawas yang tersebar di berbagai penjuru) merupakan solusi yang sangat cerdas dan efisien. Dan sebagai informasi, saat ini negara-negara belum berkembang dan negara-negara berkembang sangat tinggi pertumbuhan penggunaan telepon selularnya. Termasuk negara-negara seperti pakistan, iran, vietnam dan negara-negara kawasan afrika seperti aljazair, tunisia, dsb.
Ironis ya, sementara negara-negara maju sudah memikirkan konsep tracking system seperti ini, negara-negara berkembang dan negara-negara tertinggal lainnya masih menikmati telp murah tiap malam, sms-an gaul dan yang lebih parah lagi…menggunakan pulsa telp selular untuk mengadu nasib dan keberuntungan melalui REG-spasi-XXX (indo style?)
Semakin jelas bahwa telekomunikasi dapat digunakan untuk menguasai informasi. Dan barangsiapa yang menguasai informasi, akan menguasai dunia.
Pwned the world?!
Gw buat artikel sederhana mengenai ini pada blog ini
Setelah upgrade dari Tiger ke Leopard di Macbook, muncul pesan aneh setiap membuka console:
perl: warning: Setting locale failed.
perl: warning: Please check that your locale settings:
LC_ALL = (unset),
LANG = “UTF-8″
are supported and installed on your system.
perl: warning: Falling back to the standard locale (“C”).
osx:~ cyberheb$
Kira-kira kenapa ya?!
Cukup terkejut ketika membaca topic di chan #students of students.stttelkom.ac.id hari ini, yang menyatakan bahwa mantan presiden suharto telah meninggal dunia. Sejak sabtu gw sibuk berkunjung kerumah saudara karena ada acara lamaran disana.
Yang pasti, gw ikut berbelasungkawa dan tetap mendoakan semoga seluruh amalnya diterima oleh Allah S.W.T. Setuju dengan pendapat Amien Rais di SCTV ketika diwawancara mengenai meninggalnya lawan politik beliau, amien menggambarkan seperti yang dilakukan oleh buya hamka ketika sukarno meninggal, walaupun dia pernah dipenjara oleh sukarno dan merupakan lawan politik, namun ketika meninggal dan terbujur kaku seperti itu…setiap muslim pasti akan memiliki perasaan yang sama, mendoakan beliau dan mengikhlaskan segalanya. Biarlah Allah yang menentukan sisanya.
Jika melihat bagaimana proses “in memoriam” bapak pembangunan ini, gw sempat berpikir apakah jika suatu saat nanti presiden indonesia saat ini atau presiden indonesia setelah jaman suharto menginggal, rakyat Indonesia akan melakukan hal yang sama gak ya?akan merasakan hal yang sama gak ya?
Gw gak liat masa-masa kekejaman suharto, gak merasakan secara langsung, mungkin bagi yang melihat dan merasakan secara langsung kematiannya tidak berarti apapun. Namun yang pasti, gw lihat masa-masa pemerintahan setelah suharto dan itu tidak lebih baik ketimbang dulu. Harga-harga naik, berita pembunuhan dimana-mana, jalan dimalam hari tidak aman lagi, artis-artis yang seharusnya dicaci maki oleh masyarakat karena sudah hamil tanpa nikah ternyata malah diagung-agungkan dan jadi trend setter, dsb. Beberapa hari yang lalu gw sempat tugas ke lampung, dan ngobrol dengan salah satu sopir taksi disana sepanjang perjalanan, dia menceritakan jaman dahulu ketika suharto berkuasa…memang banyak orang yang diculik namun banyak juga diantara mereka preman-preman daerah yang membuat rakyat cemas. Mereka diculik dan diamankan dari masyarakat, alhasil kondisi negara aman dan terkendali.
Sekarang?!well…begitulah. Yaaaah, banyak yang berpendapat jaman dahulu saat suharto berkuasa sangat memuakan, namun jaman sekarang juga tidak lebih baik, dan yang gw liat…jaman sekarang justru jauh merosot daripada jaman dulu.
Pro dan kontra, kebaikan dan keburukan…namun yang perlu diingat adalah satu hal, kita itu cuma manusia. CUMA MANUSIA. Walaupun suharto memiliki banyak kesalahan, namun negara indonesia ini juga maju berkat beliau. Satu hal yang gw pribadi kagum pada suharto adalah sifat ‘rakyat kecil’ nya yang masih terus dibawa walaupun sudah menjadi presiden. Beliau hobi turun melihat para petani, melihat kondisi rayat kecil. Gw masih ingat jaman dulu, setiap habis dunia dalam berita sering ada siaran khusus yang menunjukan dialog beliau dengan rakyat kecil. Hal ini yang sangat berbeda terlihat pada presiden-presiden setelah beliau.
Well, human is human. Kekuasaan, materi, kekayaan semuanya akan menjadi sia-sia begitu kita mati. Liang lahat yang segitu mewahnya pun tidak akan bisa kita nikmati. Selamat jalan H.M Suharto, semoga amal ibadah dan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan semasa hidup diterima oleh Allah S.W.T
Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimuBagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masikah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa laluDunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yang ada akan
Kembali padaNyaBila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi
Syair lagu yang bagus bukan?tapi berapa banyak orang yang sadar inti dari lagu tersebut?padahal sering muncul di infotainment sebagai backsong ataupun OST sinetron. Contoh nyata jg sudah sangat sangat berjubel, para penguasa yang super hebat namun pada akhirnya lemah tak berdaya. Fenomena penguasa suatu negara yang kini terbaring lemah seharusnya bisa membuat semua orang bertambah sadar klo kita itu hidup cuma sementara, seperti yang dulu sering sekali diingatkan oleh AA Gym.
Fenomena apa yang lucu dari keadaan sang penguasa tersebut?banyak, salah satunya adalah fenomena bahwa banyak sekali orang-orang yang memanfaatkan keadaan tersebut utk banyak hal, misalnya: cari perhatian, sok perhatian, cari nafkah dengan memanfaatkan moment tsb (pedagang bunga di solo?hehe…), dll.
Namun fenomena yang paling menonjol adalah pro dan kontra kasus sang penguasa yang kembali dibangkitkan, berlomba-lomba mempertanyakan kasus tersebut sebelum sang penguasa pergi membebaskan diri untuk selama-lamanya. Pertanyaannya, apakah dalam kurun waktu 11 tahun sejak beliau jatuh tidak ada waktu untuk memperkarakan kasusnya?okey, sudah beberapa kali namun beliau kerap kali secara kebetulan sakit apabila hendak di permasalahkan. Tapi apa selama 365 hari * 11 tahun tersebut setiap hari beliau selalu sakit?atau pengadilan terlalu penuh untuk mengatasi permintaan artis-artis yang ingin cerai sampai-sampai tidak ada lagi slot hakim yang kosong untuk memperkarakan kasus sang penguasa?bullshit!
Untuk melakukan sidang kenaikan gaji anggota MPR dan DPR semua rela datang dan bersusah payah, tapi memberikan perhatian penuh untuk penyelesaian kasus sang penguasa semua hanya non-sense. Ada satu kondisi yang sebetulnya cukup lucu bisa kita lihat sekarang ini, sekelompok orang (mahasiswa?) yang memaksa kasus sang penguasa di tuntaskan dan sekelompok lain yang menyatakan “maafkanlah dia!”.
Bagi yang ingin kasus sang penguasa dituntaskan, apa sih yang kalian harapkan?paling dia hanya akan terkena kasus perdata tentang lembaganya tersebut yang hanya bernilai sekian milyar. Ingin agar dia dipenjara karena kasus pidana?c’mon…utk mengikuti sidang mungkin harus membawa ratusan orang, dokter, wartawan, suster, tempat tidur rumah sakit. Belum lagi masuk sejarah guiness book of record sebagai kasus pidana paling bribet. Oke lah kasus perdata dimenangkan oleh pemerintah (hahahahaha…., gak mungkin lah yaw), terus sang penguasa harus membayar sejumlah uang, uangnya untuk apa?para korban lapindo?gak donk, jelas untuk penghargaan para penggugat karena berhasil memenangkan kasus pelik, dan hadiahnya jalan2 keluar negeri dll, duit dari penguasa itu jelas kurang. You got the point guys.
Yang menarik, apabila ada pihak2 yang ingin agar kasus tersebut dimaafkan. “semua orang pernah berbuat kesalahan, dia adalah Mr. Pembangunan, dia membawa negara kita dikenal oleh orang luar, walaupun dia pernah membuat seorang ibu kehilangan anaknya, seorang anak kehilangan bapaknya tanpa ada jejak yang tertinggal tetap kita harus memaafkan dia”. Ada yang melakukan doa bersama, ada yang muncul di tv sambil berkomentar spt diatas, bahkan ada yang rela melakukan pertunjukan aneh sambil bertapa was wes wos biar bisa masuk tv dan kelihatan sebagai orang yang berusaha membebaskan penderitaan sang penguasa. Hrm, dibalik segala sarkasme tersebut, mungkin ada satu pertanyaan yang cukup menggelitik, mungkin gak sih…pihak2 yang meminta sang penguasa tersebut dimaafkan, ada yg bersusah payah melakukannya dengan cara membayar orang-orang untuk doa bersama, menggembar gemborkan istilah maafkan “sang penguasa” agar dirinya ataupun konco-konconya tidak kena getah dari disidangkannya kasus sang penguasa?
Di pengadilan, kasus sang penguasa bisa merembet kemana-kemana, dan bisa jadi malah membawa-bawa orang-orang jaman dulu yang sekarang tidak tercium aktivitas nya kembali ke pengadilan. Kasarnya, kasus sang penguasa bisa membahayakan orang lain yang saat ini sudah hidup tenang menikmati hasil korupsi dan kejahatan lainnya dimasa lalu. Atau bahkan dapat membahayakan posisi orang-orang penting di pemerintahan saat ini jika kasus tersebut diungkit kembali.
Yang pasti, jatuh sakitnya sang penguasa memunculkan banyak fenomena. Lucu juga melihat orang-orang sudah pada bersiap-siap apabila sang penguasa memang meninggalkan dunia utk selamanya, hotel-hotel full book, toko-toko sudah menambah jumlah karyawan, pedagang2 bunga bnyk bermunculan di dekat makam yang sudah disediakan. Gak kebayang deh bagaimana perasaan sang penguasa tersebut klo tau ttg fakta ini, kematiannya sungguh sangat dinantikan, bahkan mungkin di doakan oleh para pedagang bunga agar mendapatkan duit tambahan untuk masuk sekolah anaknya.
Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi
Note: Penulis tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan tulisan diatas, apabila ada kesamaan nama tokoh, jenis kejadian, dan jenis berita serta fenomena dengan yang terjadi di negara anda, maka *mungkin* itu hanya suatu kebetulan belaka